Light and Shadow ~ Chapter 03

11:44 PM Oyen 0 Comments

 Previous Chapter | Index | Next Chapter

“Halo, Eru.. akhirnya kita bertemu,” sesosok cahaya yang hangat memanggil Eru, dan cahaya tersebut mendekati nya.
“Siapa?” Eru yang masih membiasakan matanya untuk melihat di dalam cahaya tersebut, kesusahan melihat sosok tersebut.
“Aku adalah spirit yang tinggal di dalam liontin itu, namaku Light,” akhirnya sesosok itu menunjukkan dirinya di hadapan Eru, seorang wanita dengan rambut berwarna pirang panjang yang ikal, berkulit putih, memiliki telinga yang runcing seperti elf, dan menggunakan sebuah tiara kecil di rambutnya. Wanita tersebut sangat cantik dengan balutan baju putih emasnya serta memengang sebuah tongkat kecil berhiaskan batu ruby diatasnya.

“Light? Spirit?”
“Ia, aku adalah pelindungmu Eru, ingatlah kembali seluruh ingatanmu yang terlupakan,” Light berjalan semakin dekat dengan Eru dan berjalan seperti hendak merasuki Eru, dan seluruh cahaya tersebut seakan terhisap masuk ke dalam Eru.
Saat itu juga kembali ke realita dimana monster hendak mencakar Eru, namun ternyata akibat cahaya yang dikeluarkan Eru itu, menyebabkan monster tersebut lenyap tanpa sisa. Eru yang saat itu terbaring pingsan, langsung tersadar dan dipapah oleh Loan.
“Eru, Eru, kamu baik-baik saja?” Loan yang sangat khawatir dengan adiknya tersebut merasa sedikit lega karena Eru telah sadar.
“Kak Loan.., aku..,” Eru berusaha untuk duduk, di tangannya ada sebuah tongkat kecil seperti yang dipegang oleh Light, “.. aku telah mengingat semuanya,” air mata pun membanjiri pipi Eru, “Hiks.. hiks,”
“...,” Loan yang tidak tau harus berbuat apa memeluk Eru yang sedang menangis dan mengusap kepalanya, “Eru, ayo kita pulang dulu,”
Loan dan Eru kembali ke kediaman Fazte, disana mereka disambut oleh Lisanna dan George yang khawatir akan kedua anaknya itu.
“Apa yang terjadi?” Tanya Lisanna yang heran karena Eru terlihat murung dan matanya sedikit membengkak akibat menangis.
“Apa yang terjadi di pasar itu Loan, kenapa monster tersebut tiba-tiba hilang?” George yang melihat kejadian tersebut dari depan rumahnya, dimulai dari munculnya monster raksasa, lalu cahaya dan monster tersebut menghilang.
“Ayahanda, ibunda, .. Eru telah mengingat semuanya,” kata Loan dengan wajah serius.
“!!” Lantas Lisanna dan George pun tersentak kaget, “Ayo kita masuk dulu anak-anakku,” 
Mereka masuk ke dalam rumah dan berkumpul di ruang kerja George, mereka berempat duduk disana dengan wajah serius dan hening.
“..Eru, .. kalau kamu tidak keberatan, bisakah kamu ceritakan semua tentang ingatanmu?” George memecah keheningan tersebut.
“.. Baik, ayah.. aku akan berusaha untuk menceritakannya,”
Eru akhirnya menceritakan semua kejadian yang ia lalui di kerajaan Symphnoph, mulai dari kekuatannya untuk teleportasi, pertemuannya dengan Ash, liontion yang bersinar, perjodohannya dengan bangsawan dari ibukota wilayah Sylph, anting Shadow yang didapatnya dari Ash, serta kejadian dimana kotanya diserang oleh seorang anak kecil yang tidak tahu darimana asalnya. Dan saat ayah dan ibunya meninggal di hadapannya, yang membuat liontinya mengeluarkan cahaya, dan dia pun kehilangan kendali teleportasinya.
“Cahaya itu muncul karena Light melindungiku, dan Light membawaku ke tempat yang aman,” airmata pun keluar lagi dan membasahi pipi Eru karena mengingat kejadian ayah dan ibunya yang meninggal.
“.. Eru,” Lisanna pun memeluk Eru karena merasa iba karena ayah dan ibunya meninggal tepat di depan mata seorang anak berumur 12 tahun saat itu.
“Jadi begitu.., raja dan ratu telah meninggal,” George pun tidak tahu harus bilang apa.
“Eru, kotamu menjadi es karena kekuatanmu juga?” Loan akhirnya angkat bicara
“Itu, Light yang melindungi kotaku sampai waktunya telah tiba untuk aku kembali kesana, dan dia bilang ini adalah saat yang tepat untukku kembali kesana,”
“Kembali untuk apa?”
“Aku juga tidak tau, Light hanya berkata, dia sudah mulai bergerak, aku tidak tau apa maksudnya,”
“Kamu akan kembali ke kotamu?”
“Ia, kak Loan, secepatnya.., aku juga ingin mengubur semua orang-orang tercintaku disana,” lalu Eru pun beranjak dari kursi tempat dia duduk, “Aku mau bersiap-siap, ayah, ibu, kak Loan, terima kasih telah merawatku selama ini,” kata Eru sambil tersenyum.
“Apa kamu mau langsung pergi saat ini juga Eru?” kata Lisanna seakan tidak rela anak perempuannya pergi dari dia dengan cepat, “Apa tidak bias diundur hingga besok?”
“Maaf ibu, tapi sepertinya hal itu tidak bisa, aku harus pergi secepatnya,” Walaupun Eru sayang dengan ibunya yang telat merawatnya selama 2 tahun ini, tapi Eru harus segera kembali ke kotanya karena Light telah memperingatinya untu bergerak cepat.
Eru pun keluar dari ruangan itu dan kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap.
“Ayahanda, ibunda..,” belum sempat Loan menyelesaikan kalimatnya, ayahnya, George langsung berkata
“Pergilah Loan, jaga Eru,”
“Ayahanda..,” ayahnya mengerti bahwa Loan menganggap Eru sebagai adik kandungnya sendiri, dan dia ingin melindungi adiknya tersebut.
Eru yang telah selesai bersiap-siap, keluar dari kamarnya dan menuju ke pintu keluar. Di pintu keluar rumah, George, Lisanna, dan Loan telah menunggu Eru. Loan telah mempacking barang-barangnya juga dan membawa rapiersnya.
“Eru, aku akan ikut denganmu,”
“Kak Loan...,” Eru pun memeluknya, “Terima kasih,”
Akhirnya mereka pamit dengan orangtuanya, dan diluar telah hadir seluruh penduduk Aquatic Palace untuk mengantar kepergian Eru dan Loan.
“Kami mendengar bahwa kamu akan kembali ke kotamu Eru?” bibi Ruu lah yang menyapa Eru saat dia hendak pergi itu.
“Ia bibi,” Lalu bibi Ruu mengeluarkan sesuatu dari kantong baju nya.
“Ini buatmu Eru, jimat ini akan melindungi mu,”
“Terima kasih bibi,” Eru pun menerimanya dengan senang hati.
Dan akhirnya dimulailah perjalanan Eru dan Loan menuju ke kota Symphnoph. Untuk keluar dari wilayah Nymph hanya ada satu jalan yaitu menuju ke pelabuhan yang terletak di tenggara Aquatic Palace. Karena kepulauannya yang dikelilingi oleh air terjun tanpa batas, pelabuhan tersebut adalah satu-satunya pintu masuk dan keluar.
Pelabuhan wilayah Nymph dilengkapi dengan pertahanan yang kuat sehingga wilayah tersebut aman dari serangan musuh. Maka dari itu, wilayah Nymph tidak akan terjatuh ke tangan Shadow.
Namun ada satu hal yang menjadi kelemahan, wilayah Nymph lemah terhadap serangan udara, karena mereka merupakan negara air, maka pertahanannya yang paling kuat hanya di air. Walaupun di sekitar kepulauan wilayan Nymph dikelilingi dengan gunung tinggi, tetap saja ada 1 titik lemah pada gunung tersebut, yaitu pada wilayah di dekat sungai Nymph.
Perjalanan menuju ke pelabuhan akan memakan waktu sekitar 1 hari lebih dengan berjalan kaki, dalam perjalanan pun banyak monster yang menyerang Eru dan Loan. Selama perjalanan Loan selalu melindungi Eru karena dia belum mahir dalam berpedang maupun magic. Dan hari pun sudah sore..
“Kak...,” kata Eru lirih.
“Ya, kenapa Eru? Kamu lelah? Mau istirahat dulu?” Eru mengeluarkan tongkat kecil yang diberikan oleh Light kepadanya.
“Aku akan mencoba mempelajari ini.., selama perjalanan aku merasa kak Loan selalu melindungiku dari monster, aku ga mau menjadi beban untuk kak Loan,” kata Eru cemberut. Dan Loan langsung mengelus kepala Eru.
“Haduhh, adikku manis sekali.. ,” Lalu kak Loan langsung memelukku sambil terus mengelus kepalaku, “Sudah seharusnya kakak melindungi adiknya kan,”
“Huhhh, aku akan tetap belajar menggunakannya,” lalu Eru melepas pelukan Loan dan mencoba mengeluarkan skill yang muncul di kepalanya saat pertemuannya dengan Light.
Eru pun mengarahkan tongkatnya ke batu besar yang ada di dekat sana dan diapun menarik nafas dalam-dalam.
“.... Holy Burst!!” Sebuah simbol magic rune berwarna keemasan muncul dari depan tongkatku dan dari situ muncul bola-bola sinar kecil yang meluncur secara tidak terkontrol ke depan dan menyebabkan padang rumput di sekitar batu besar tersebut bolong. Eru tercengang, “... ehe, aku tidak bisa mengontrolnya kak..,”
Kak Loan yang melihatnya pun hanya bisa terdiam, “Eru, kamu memang butuh banyak latihan..,”
“Tapi kak.., aku harusnya bisa yang ini,” Eru mengarahkan tongkatnya ke Kak Loan, “.. Heal!!,” cahaya putih menyinari kak Loan, dan staminanya pun pulih kembali.
“Terima kasih Eru, kamu sudah berusaha dengan baik,” kata Loan tersenyum sambil mengelus kepala Eru lagi.
“Hehe, aku akan berusaha untuk tidak merepotkan kak Loan,”
Hari semakin gelap dan mereka berdua pun memustuskan untuk beristirahat, Loan langsung membangun tenda dan Eru mencari kayu bakar untuk api unggun. Setelah membangun tenda, sementara Eru menyiapkan api unggun, Loan memburu hewan untuk mereka makan malam.
Setelah semuanya selesai, matahari pun telah terbenam dan malam pun tiba. Eru dan Loan duduk mendekati api unggun untuk menghangatkan diri dan membakar hasil berburu.
Mereka pun menyantap makan malam mereka sambil ngobrol.
“Eru, apa yang akan kamu lakukan setelah kita menyelesaikan tugas di Symphnoph?”
“Hmm, tidak tau.., aku masih belum memikirkannya..,”
“Kamu ga mau bertemu Ash lagi?”
“....., aku rasa sekarang dia pasti benci padaku, disaat ulang tahun ke 12 ku, aku ga menepati janjiku untuk bertemu dengannya,”
“Aku yakin dia ga menyalahkanmu Eru,”
“Semoga saja kak,...,” kata Eru murung sambil memegang anting pemberian Ash kepadanya. Setelah mereka selesai makan Eru membereskan semua sisa-sisa makanan yang ada dan menambah kayu untuk api unggunnya.
“Eru sebaiknya kamu tidur, aku akan berjaga diluar,”
“Baik kak, selamat malam J,” Eru pun masuk ke tenda dan tidur dengan nyenyak.
Saat itu Ash sedang mengobrol dengan ayahnya,
“Ash, sudah saatnya kita menyerang wilayah Nymph dan menjadikannya milik Shadow,”
“Ayah, sudah aku bilang, aku tidak suka berperang..,”
“Tapi kita akan memenangkan peperangan ini Ash, kita harus menang dan kamu akan memimpin seluruh wilayah Algeldevina ini dengan istrimu kelak, yang akan aku pilihkan untukmu,”
“Ayah! Aku juga sudah bilang, aku tidak mau dijodohkan!” lalu Ash pun keluar ruangan dan kembali ke kamarnya.
“ASH!” ayahnya pun berteriak keras memanggil Ash.
Di kamarnya pun, Ash memegang antingnya yang sepasang dengan Eru, “Eru, aku akan selalu menunggumu..,”
Eru yang tertidurpun bergumam dan mengeluarkan airmata seakan apa yang dikatakan Ash tersampaikan padanya, “Ash..,”
Pagi pun tiba, dan mereka pun beres-beres, lalu mereka langsung melanjutkan perjalanan mereka menuju Aquatic Port. Selama perjalanan tersebut seperti biasa Loan melindungi Eru dari monster dan Eru menyembuhkan Loan dengan Magic nya.
Tiba-tiba ada monster yang hendak menyerang Loan dari belakang.
“Kak Loan!!” Eru mengarahkan tongkatnya ke monster tersebut, “Sword of Light!!” Muncul 3 pedang yang bersinar di atas monster itu dan langsung menusuknya. Setelah itu Eru langsung terduduk, dan merasa panik.
“Eru!! Kamu tidak apa-apa?” Loan langsung berlari ke tempat Eru.
“.. Aku pikir, kak Loan akan terluka,” Eru terisak dan menangis..
“Sudah, sudah, tidak apa-apa Eru,” Loan memeluk Eru dan mengusap-usap punggungnya.
Setelah itu mereka langsung melanjutkan perjalanannya dan akhirnya sampai di Aquatic Port sebelum siang hari.

Previous Chapter | Index | Next Chapter

You Might Also Like

0 comments: